Panduan perawatan ban kami membantu Anda menjaga keselamatan, performa, dan daya tahan ban. Pelajari cara memeriksa tekanan angin, melakukan rotasi ban, menjaga keseimbangan (balancing), serta mengikuti praktik terbaik untuk berbagai kondisi jalan.
Layanan Perawatan Periksa dan Sesuaikan Tekanan Angin Ban. Jaga tekanan angin yang tepat untuk memastikan keselamatan, performa, dan efisiensi bahan bakar.
Interval Perawatan Setiap 2 Bulan atau Saat Terjadi Keanehan. Periksa ban secara berkala atau segera jika mendeteksi keausan yang tidak wajar, getaran, atau hilangnya tekanan angin.
Kapan Harus Mengganti Ban Anda
Ban dilengkapi dengan Indikator Keausan Tapak (Tread Wear Indicator / TWI) yang ditandai dengan simbol segitiga di dinding samping ban. Segera ganti ban Anda ketika ketebalan tapak sudah mencapai batas TWI, karena ban yang aus dapat menurunkan performa kendali dan pengereman.
Tanda-Tanda Bahaya
Segera ganti ban Anda jika Anda melihat gejala berikut:
Benjolan – mengindikasikan adanya kerusakan struktur dalam dan berisiko membuat ban pecah.
Retakan – biasanya muncul di dinding samping ban, disebabkan oleh faktor penuaan atau tekanan berlebih.
Tekanan Angin Berlebih (Over-Inflation): Ban dipompa terlalu keras melebihi batas ideal.
Ukuran Velg Terlalu Sempit: Lebar velg yang tidak sesuai membuat profil ban mencembung di bagian tengah.
Kendaraan Penggerak Roda Belakang (RWD): Beban kendaraan cenderung terpusat pada ban belakang, mempercepat penipisan area tengah jika tidak dirotasi.
Dampak pada Ban:
Umur Pakai Berkurang: Tapak bagian tengah terkikis jauh lebih cepat daripada area pinggir (shoulder).
Kenyamanan Menurun: Ban menjadi terlalu kaku, membuat guncangan lebih terasa serta menurunkan ketahanan terhadap benturan benda tajam.
Risiko Ban Pecah: Tekanan tinggi meningkatkan potensi ban meledak secara mendadak saat menghantam benda asing di jalan.
Bahaya Keselamatan: Jarak pengereman menjadi lebih panjang dan daya cengkeram ban melemah, terutama dalam kondisi darurat.
Solusi & Langkah Penanganan:
Sesuaikan Tekanan Angin: Gunakan alat pengukur tekanan ban (tyre pressure gauge) untuk membuang kelebihan angin hingga mencapai batas rekomendasi resmi dari pabrikan kendaraan Anda.
Temukan Informasi Tekanan Ideal: Angka rekomendasi tekanan ban yang tepat dapat Anda lihat pada buku manual pemilik mobil, stiker di pilar pintu area pengemudi, atau di bagian dalam tutup tangki bahan bakar.
Periksa Saat Ban Dingin: Pastikan untuk selalu memeriksa tekanan angin saat ban dalam kondisi dingin (minimal 3 jam setelah mobil berhenti, atau jika mobil baru berjalan kurang dari 2 km).
Tekanan Angin Kurang (Under-Inflation) atau Beban Berlebih (Overloading): Kondisi di mana ban kekurangan udara atau mengangkut bobot yang melampaui kapasitasnya. Ketika ban kekurangan tekanan angin (under-inflated), area tengah tapak akan melengkung ke dalam, sehingga kedua sisi bahu ban (tyre shoulder) yang terpaksa menopang sebagian besar bobot kendaraan.
Gaya Berkendara Agresif: Sering melakukan pengereman mendadak atau menikung dengan kecepatan tinggi secara tajam.
Ketidakcocokan Ukuran: Spesifikasi ban dan velg tidak sesuai, atau ukuran velg yang digunakan terlalu lebar untuk profil ban tersebut.
Dampak pada Ban:
Umur Pakai Berkurang Drastis: Sisi bagian dalam dan luar bahu ban akan terkikis jauh lebih cepat, membuat ban harus diganti lebih awal.
Risiko Kecelakaan Akibat Overheat: Distribusi beban yang salah memicu peningkatan suhu panas (tyre temperature) yang ekstrem pada ban, menurunkan daya tahan karet struktur dalam, dan berpotensi memicu kecelakaan fatal.
Pemborosan Bahan Bakar: Hambatan gulir (rolling resistance) ban terhadap permukaan jalan menjadi lebih besar, membuat mesin bekerja lebih keras dan meningkatkan konsumsi bensin.
Solusi & Langkah Penanganan:
Naikkan Tekanan Angin: Segera pompa ban Anda hingga mencapai batas tekanan ideal yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil Anda. Penting: Pemeriksaan tekanan angin sebaiknya dilakukan saat ban dalam kondisi dingin (minimal 3 jam setelah mobil berhenti total, atau jika kendaraan baru berjalan tidak lebih dari 2 km).
Patuhi Batas Muatan: Batasi beban barang bawaan atau penumpang agar tidak melebihi kapasitas angkut maksimal (Load Index) yang tertera pada spesifikasi ban.
Gunakan Kombinasi Sesuai Standar: Pastikan lebar velg yang Anda gunakan terpasang dengan ukuran profil ban Delium yang direkomendasikan agar tapak ban dapat menempel rata pada permukaan jalan.
Sistem suspensi kendaraan yang buruk akan menyebabkan permukaan ban tampak tidak rata dan kasar. Pada kondisi yang parah, pola tapak ban akan tampak berbulu (feathery).
Penyebab Umum:
Setelan toe-in (sudut kemiringan roda) tidak tepat
Sistem suspensi kendaraan yang buruk
Solusi:
Harap lakukan pengecekan penyeimbangan ban (balancing) dan keselarasan roda (spooring / wheel alignment)
Harap lakukan pengecekan sistem suspensi atau kemudi
Tekanan ban yang direkomendasikan untuk setiap kendaraan ditentukan oleh pabrikan mobil dan dapat ditemukan di beberapa area kendaraan seperti: buku manual pemilik mobil, pilar pintu sisi pengemudi, bagian dalam tutup tangki bahan bakar, dan lain-lain. Beban kendaraan dan tekanan ban saling berkaitan. Untuk beban yang lebih berat, harap naikkan tekanan angin ban Anda. Harap periksa tekanan ban saat ban dalam keadaan dingin untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih akurat. Dengan kata lain, ketika kendaraan baru berjalan kurang dari 2 km atau telah diparkir setidaknya selama 3 jam.
Kerusakan struktur internal ban. Saat berkendara, bagian bahu atau dinding samping ban menghantam benda asing (misalnya lubang jalan dan trotoar) yang menyebabkan benang/kawat rangka (casing cord) di dalam ban putus. Tekanan angin dari dalam ban yang menekan area dinding samping yang melemah tersebut akhirnya membentuk benjolan.
Cara Mencegah Ban Benjol:
Saat memasang ban, kunjungi toko ban profesional yang menggunakan peralatan dan prosedur yang standar/profesional.
Hindari berkendara di kondisi jalan yang buruk dalam jangka waktu lama, dan kurangi kecepatan saat melewati jalan rusak untuk meminimalkan dampak benturan dari benda asing (misalnya lubang jalan).
Usahakan untuk tidak menghantam rintangan saat naik ke trotoar atau saat parkir.
Biasakan melakukan perawatan ban yang baik, seperti memeriksa tekanan angin ban secara teratur untuk memastikan tekanan yang digunakan sudah tepat.
Paparan sinar matahari langsung, suhu tinggi, panas, dan generator dalam jangka waktu lama akan merusak dan menurunkan mutu ban. Di saat yang sama, minyak, bensin, dan zat kimia lainnya juga dapat menyebabkan kerusakan tersebut. Memarkir kendaraan di luar ruangan dalam jangka waktu lama dapat menghambat pelepasan formula anti-penuaan (anti-aging) yang ada pada komponen ban.
Saat berjalan di jalanan, benda tajam menghantam bagian tapak ban (tyre crown) dan menyebabkan sabuk baja (steel belt) di dalamnya putus serta berkarat. Hal ini mengakibatkan rangka ban (casing) berubah bentuk (deformasi) dan memicu keausan tapak ban yang tidak normal.
Penyebab/Kondisi: Ban telah mencapai batas keausan dan harus diganti ketika kedalaman tapak ban sudah mencapai 1,6 mm atau sudah sejajar dengan indikator keausan ban—TWI (Tread Wear Indicator). Solusi: Bawa kendaraan Anda ke Giti Professional Service Center terdekat untuk melakukan pemeriksaan kedalaman tapak ban.